Skip to content
Site Tools
Narrow screen resolution Wide screen resolution Auto adjust screen size Increase font size Decrease font size Default font size default color blue color green color
You are here: Halaman Depan
UNTUK BERPASANGAN PADA PILPRES 2009 ; PPP-PDIP LAKUKAN PENJAJAKAN | Cetak |  E-mail

JAKARTA (KR) - Kasak-kusuk calon pendamping Ketua Umum DPP PDIP, Megawati Soekarnoputri pada Pilpres 2009, mulai marak. Setelah sebelumnya Surya Paloh dikabarkan bakal menjadi Cawapres Mega, kini Ketua Umum DPP PPP Suryadharma Ali mulai mendekati Mega.

Bahkan Suryadharma kemarin bersilaturahmi ke DPP PDIP dan diterima Taufik Kiemas untuk melakukan penjajakan kemungkinan dilakukan Sekjen DPP PDIP Pramono Anung tidak mengelak kemungkinan tersebut. Dia mengatakan Ketua Umum DPP PPP Suryadharma Ali bisa jadi menjadi cawapres mendampingi Megawati Soekarnoputri. “Siapapun kan bisa,” kata Pramono usai menerima Ketua Umum PPP Suryadharma Ali, Ketua DPP PPP Ahmad Muqowam, dan Ketua FPPP Lukman Hakim Saefudin di rumah Megawati, Jalan Teuku Umar, Jakarta, Senin (17/9)

Namun demikian menurut Pramono, keputusan siapa yang akan dipasangkan dengan Mega, baru akan dibicarakan PDIP dalam Rakernas III di Solo atau Makassar pada 2009.

Sementara itu Ketua Umum PPP Suryadharma Ali mengatakan pertemuan PPP dan PDIP merupakan penjajakan saja, namun chemistry, (kecocokan secara batiniah) antara keduanya sudah ada.

Namun, Surya mengatakan, PPP tetap terbuka untuk bekerjasama dengan siapapun. Sepanjang ada persepsi dan pandangan yang sama untuk melakukan perbaikan bagi bangsa dan negara ke depan. (Edi)-n

“Kalau platform, misi, dan pandangannya sama, tentu alangkah baiknya kita bergabung. Dengan demikian, kondisi politik ke depan bisa lebih baik, bisa lebih stabil, dengan demikian para penyelenggara negara bisa lebih konsentrasi untuk membangun dalam pekerjaan mereka,” katanya lagi. (Edi)-n

Sumber: Kedaulatan Rakyat - www.kr.co.id

Diambil dari: http://www.indonesia-ottawa.org/information/details.php?type=news_copy&id=4648

 
 

A R O P I

" AROPI ( Asosiasi Riset Opini Publik Indonesia ) merupakan sebuah asosiasi dari ratusan individu yang tertarik dalam memperkenalkan dan mengembangkan riset opini publik di Indonesia. Sebagai sebuah organisasi profesi, AROPI bersifat netral dan tidak berafiliasi dengan organisasi politik apapun.  Anggota AROPI berasal dari berbagai macam latar belakang, seperti dari kalangan peneliti, akademisi, jurnalis, mahasiswa, politisi,  birokrat dan sebagainya.  AROPI tidak membeda-bedakan  anggota berdasarkan agama,  suku bangsa, jenis kelamin atau afiliasi politiknya "

Keanggotaan

...AROPI merupakan organisasi profesi yang terbuka untuk siapa saja yang tertarik dengan riset opini publik, Keanggotaan AROPI bersifat individual, tidak mewakili lembaga atau organisasi. Dengan menjadi anggota AROPI, Anda akan menjadi bagian dari sebuah jaringan yang luas di bidang riset opini publik....

Pelatihan

...Menyelenggarakan dan memfasilitasi kegiatan-kegiatan pendidikan dan pelatihan terutama yang berkenaan dengan bidang riset...

Beasiswa

...Mensponsori pemberian beasiswa terhadap individu -individu yang memiliki kepedulian tinggi dan prestasi yang mengagumkan dalam dunia riset dan survei...

Survey Opini Publik

....Survei opini publik merupakan instrumen yang penting sekali bagi demokrasi. Salah satu indikator kemajuan suatu negara adalah perkembangan budaya riset atau surveinya yang sedemikian pesat. Jepang....

Konsultan Ahli

...lembaga survei sekaligus juga merangkap sebagai konsultan pemenangan kandidat,dengan menerapkan prinsip-prinsip metodologi ilmiah dan independensi...
  • Lembaga Survei dan Riset
  • Lembaga Survei dan Riset
  • Lembaga Survei dan Riset
  • Lembaga Survei dan Riset
  • Lembaga Survei dan Riset
  • Lembaga Survei dan Riset
  • Lembaga Survei dan Riset
  • Lembaga Survei dan Riset
  • Lembaga Survei dan Riset
  • Lembaga Survei dan Riset
  • Lembaga Survei dan Riset
  • Lembaga Survei dan Riset
  • Lembaga Survei dan Riset
  • Lembaga Survei dan Riset
  • Lembaga Survei dan Riset
  • Lembaga Survei dan Riset
  • Lembaga Survei dan Riset
  • Lembaga Survei dan Riset
  • Lembaga Survei dan Riset
  • Lembaga Survei dan Riset
  • Lembaga Survei dan Riset
  • Lembaga Survei dan Riset
  • Lembaga Survei dan Riset
  • Lembaga Survei dan Riset
  • Lembaga Survei dan Riset
  • Lembaga Survei dan Riset
  • Lembaga Survei dan Riset
  • Lembaga Survei dan Riset
  • Lembaga Survei dan Riset
  • Lembaga Survei dan Riset