| Terjebak Tugas Partai, Pejabat Abaikan Kepentingan Publik | | Cetak | |
|
Denpasar (Bali Post) - Prilaku pejabat publik di Bali dinilai belum menujukkan tanggung jawab moral untuk membangun kesejahteraan publik. Gaya kepemimpinan dan mentalitas yang dibudayakan cenderung mengedepankan tugas partai dan mengabaikan tanggung jawabnya selaku pemegang mandat pilihan publik. ''Tanggung jawab moral dan naluri pemimpin di Bali untuk mensejahterakan krama Bali masih rendah. Para pejabat publik justru terjebak tugas-tugas partai. Program pemeritahan pun diarahkan untuk pencitraan diri bukan meringankan beban hidup orang banyak,'' ujar pengamat Politik Undiknas Dr. Drs. I Nyoman Subanda, M.Si, Senin (5/11) kemarin. Ia menilai gaya kepemimpian semacam ini merupakan cermin kegagalan membedakan tugas-tugas birokrasi dan kepemimpinan. ''Ketika pemimpin masih berorientasi mengambil kebijakan politis dengan orientasi pencitraan diri, sebenarnya pemimpin sudah gagal menempatkan diri sebagai figur pelayan publik,'' ujarnya. Bahkan, dalam kasus tarik menarik posisi Gubernur Bali antara PDI-P dan Golkar dapat dimaknai sebagai kedangkalan dalam mencermati arti jabatan politis. ''Setelah menjabat, seorang pemimpin adalah milik publik, bukan lagi milik partai,'' tambahnya. Dia memprediksi pada musim pesta demokrasi 2008 hingga 2009 nanti, semua pejabat politis akan sibuk dengan urusan di luar pemerintahan. Para pejabat akan sibuk menghadiri aktivitas partainya ketimbang mengurus tugasnya selaku bagian dari birokrat. Guru besar ITS, Prof. I Nyoman Sutantra mengingatkan agar pemimpin Bali benar-benar mengedepankan tanggung jawabnya selaku pejabat publik, bukan menokohkan diri sebagai perwakilan partai politik. ''Pemimpin di Bali jangan sampai kehilangan naluri untuk mensejahterakan warganya. Pemimpin harus bisa membedakan peran sebagai orang politik dan pemimpin,'' sarannya. Sutantra mengingatkan jangan semua urusan pemerintahan dikait-kaitkan dengan strategi politik. Kebijakan yang diambil hendaknya benar-benar murni untuk kesejahteraan orang banyak, bukan untuk kepentingan kelompok politik saja. (044) Sumber: http://www.balipost.com/Balipostcetak/2007/11/6/b22.htm |
| Nasional |
| Internasional |
| Berita |
| Admin |
| Lembaga Survei |
| Buku |
| Gallery |
| Video |
| Statistik |
| Penerima Beasiswa |
| Hasil Survei |
| Quick Count |