|
Berita dimasukkan 89 hari 9 jam 28 menit lalu | dibuat populer pada 89 hari 7 jam 16 menit lalu Liat profil JAKARTA - Bursa bakal calon presiden (Capres) sudah ramai pada 2007 ini, meskipun pertarungan masih dua tahun lagi. Tiga kandidat diperkirakan bakal meramaikan pemilihan presiden (Pilpres) 2009. Pengamat politik Universitas Indonesia (UI) Arbi Sanit mengatakan, sedikitnya ada tiga kandidat yang akan bertarung dalam pilpres mendatang yakni Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (Partai Demokrat), mantan Presiden Megawati Soekarnoputri (PDIP), dan Wakil Presiden Jusuf Kalla (Partai Golkar). “Sebaiknya para capres itu tidak asal maju dalam pemilu 2009 nanti hanya karena suaranya sudah mencukupi sebagai syarat `bertempur`. Partai-partai harus punya persiapan yang matang dalam pilpres,” kata Arbi Sanit saat dihubungi melalui sambuangan telepon, Kamis, (20/9/2007). Sebelumnya, PDIP sudah mencalonkan ketua umumnya Megawati Soekarnoputri sebagai capres, sedangkan Partai Golkar sudah mengindikasikan akan mengusung Ketua Umum Golkar Jusuf Kalla sebagai capres. Sedangkan Paartai Demokrat masih malu-malu mengajukan nama. Terkait dengan upaya menjaring wakil presiden, beberapa partai besar sudah melakukan ancang-ancang. PDIP telah melakukan pertemuan politik dengan PPP dalam upaya membangun silaturahmi politik. Menurut Arbi, pertarungan politik dalam pilpres 2009 nanti tidak akan membawa ideologi masing-masing Islam dan nasional. Isu tersebut, terang dia, sudah basi dan tidak perlu dikembangkan lagi. Pasalnya, tidak akan memajukan pertumbuhan demokrasi Tanah Air. Isu agama, lanjut dia, tidak akan membawa manfaat jika dibawa keranah politik. Partai-partai Islam, ujar Arbi, harus punya calon dari partai lain untuk bisa mengikuti pilpres. Sementara itu, Wakil Ketua Umum PPP Chozin Chumaidy mengatakan, tidak ada deal-deal politik tertentu dengan PDIP menghadapi pilpres, ”Pertemuan dengan PDIP itu hanya kunjungan balasan dan tidak dibahas soal koalisi untuk pemilu,” kata Chozin. Anggota komisi II DPR ini mengatakan, PPP juga akan bersilaturahmi dengan semua komponen bangsa khususnya partai politik. Dia menambahkan, pihaknya ber upaya membuka komunikasi secara luas dengan parpol lainnya. “Kami akan melakukan pertemuan dengan pengurus partai-partai lain dalam waktu dekat,” tegasnya. Sementara itu, Direktur Lingkar Madani Untuk Indonesia (Lima) Ray Rangkuti mengatakan, kans dari para capres dalam pemilu 2009 sulit diramalkan. Apalagi waktu pemilu masih cukup lama yakni dua tahun lagi. ”Para kandidat Presiden makin tidak populer dan para pemilih ingin wajah baru dalam pilpres nanti,” kata Ray, tadi pagi. Dia menyatakan, popularitas Presiden Susilo Bambang Yudhoyono dan mantan Presiden Megawati Soekarnoputri terus merosot. Imbasnya, ingat Ray, sulit menentukan pemenang dalam pilpres mendatang. Soal partai-partai Islam, Ray menilai, mereka Islam hanya menjadi pelengkap partai besar seperti PDIP atau Golkar saja dalam pilpres 2009. Sebab, suara mereka akan berbuat banyak menghadapi pilpres 2009 dan suara mereka akan terpecah belah,” tandasnya. Penyebabnya, kata Ray, parpol Islam tidak dapat bersatu suaranya sehingga posisi mereka lemah dalam pencalonan presiden.” Partai Islam hanya mendukung partai-partai nasionalis saja seperti PDIP atau Golkar. Ibaratnya mereka pelengkap penderita saja,” tegasnya.(eko budiono/sindo sore) Diambil dari; http://www.lintasberita.com/story/title/SBY_Megawati__Jusuf_Kalla_Bertarung_di_Pilpres_2009
|