|
SBY Kritik Iklan Data Kemiskinan Wiranto |
| Cetak |
|
E-mail
|
|

JAKARTA-Tayangan iklan Ketua Umum Partai Hanura Jenderal Purn Wiranto mengenai data kemiskinan rakyat Indonesia yang ditayangkan di sejumlah stasiun televisi mendapat kritik Presiden Susilo Bambang Yudhoyono. Menurut SBY, jumlah rakyat miskin di Indonesia sejak tahun 1998 terus turun. "Tetapi angka kemiskinan yang kita baca di media elektronik itu angkanya 49 persen. Padahal angka kemiskinan yang digunakan ukuran BPS, adalah 16,5 persen tahun 2007," kata Presiden dalam sambutan peringatan hari ibu ke-79 di Taman Mini Indonesia Indah, Jakarta Timur, Selasa (18/12/2007). Untuk diketahui, data rakyat miskin versi iklan Wiranto di televisi berdasarkan data Bank Dunia, yang telah membuat laporan bahwa angka kemiskinan di Indonesia mencapai 49 persen. Dijelaskan SBY, sejak dulu kita menggunakan data BPS. "Kalau sejak 1998 kita gunakan ukuran Bank Dunia, juga garisnya menurun. Sama saja. Tapi kita konsisten menggunakan ukuran mana, supaya rakyat tidak bingung melihat informasi itu," katanya. Presiden juga membantah adanya pernyataan angka kemiskinan meningkat tajam. "Tidak benar kalau angka kemingkinan ini meningkat tajam. Karena dari tahun ke tahun trennya menurun. Sejak tahum1998 menurun. Tapi 2006 naik lagi, menurun sedikit karena ada persoalan harga minyak dunia," katanya. (Iman Rosidi / Trijaya / sjn) Diambil dari: http://news.okezone.com/index.php/news/detail/2007/12/18/1/69119
|