Skip to content
Site Tools
Narrow screen resolution Wide screen resolution Auto adjust screen size Increase font size Decrease font size Default font size default color blue color green color
You are here: Halaman Depan
Rapimnas III Golkar Songsong Pilpres 2009 (2) | Cetak |  E-mail

INNChannels, Jakarta - Rapimnas III Partai Golkar merekomendasikan untuk terus mendesak pemerintah lebih mengedepankan kemajuan ekonomi yang berpihak kepada rakyat. Caranya, antara lain, membuka lapangan kerja baru dan menguatkan sektor pertanian.

Itu adalah satu dari 10 Pernyataan Politik Golkar hasil dari Rapimnas III Partai Golkar yang berlangsung maraton sejak Jumat (23/11). Ketua Rapimnas III Syamsul Mu'Arif menyampaikan ke-10 pernyataan politik itu di akhir acara peringatan 43 tahun Partai Golkar, Minggu (25/11) di Hall D Arena PRJ, Kemayoran, Jakarta.

Presiden Susilo Bambang Yudhoyono yang hadir dalam acara tersebut menyatakan setuju dan mendukung semangat, kedisiplinan, serta kerja keras yang dibangun Partai Golkar bersama para kadernya. "Untuk mencapai tujuan memang harus bekerja keras. Demokrasi bukanlah tujuan, melainkan cara untuk mencapai tujuan," ungkap SBY.

Lebih jauh, SBY juga menyerukan partai-partai politik lain mau bersikap seperti Partai Golkar, yakni menciptakan tema kebangsaan dalam menjalankan misi dan kerjanya. Tema Partai Golkar yang dimaksud SBY adalah 'Berkarya Demi Bangsa'.

Sementara ke-10 Pernyataan Politik yang direkomendasikan Rapimnas III Partai Golkar itu sebagai berikut: 1. Meneguhkan karya kekaryaan krya siaga gatra praja sebagai doktrin perjuangan partai yang diabdikan bagi kepentingan rakyat; 2. Menegaskan komitmen untuk tetap konsisten mendukung secara kritis, obyektif, dan proporsional pemerintahan SBY-JK;

3. Menegaskan komitmennya untuk mengembangkan demokrasi yang berwajah damai dan tidak menegangkan sebagai alat untuk mencapai kesejahteraan rakyat dan memandang demokrasi bukan sebagai tujuan; 4. Mendesak pemerintah dan DPR untuk menata sumber daya alam bagi sebesar-besarnya kemakmuran rakyat; 5. Mendesak pemerintah memanfaatkan pertumbuhan ekonomi benar-benar untuk menggulirkan sektor riil dengan menyalurkan kredit perbankan kepada rakyat dalam prosedur yang mudah dan sederhana. Tidak terpaku memperbesar SBI di BI;

6. Mendesak pemerintah melaksanakan pembangunan ekonomi yang berpihak kepada rakyat untuk menciptakan lapangan kerja dan memperkuat sektor pertanian; 7. Mendesak pemerintah untuk tidak menaikkan harga BBM yang membebani rakyat; 8. Konsisten mendukung pemberantasan tindak pidana korupsi secara tegas, adil, tanpa pandang bulu, dan tidak tebang pilih, namun tidak boleh menyurutkan keberanian pejabat pemerintah dan BUMN mengambil keputusan, prakarsa, dan kebijakan untuk kepentingan pembangunan kesejahteraan rakyat;

9. Mendesak pemerintah melaksanakan politik luar negeri bebas aktif bagi kepentingan nasional dalam berbagai forum internasional dan Asia Timur sebagai ujung tombak politik luar negeri RI; 10. Golkar menegaskan pendidikan sangat fundamental dan mutlak bagi kemajuan bangsa. Mendesak pemerintah agar anggaran pendidikan terus ditingkatkan secara berarti menuju amanat UUD 1945.

Bertalian dengan peringatahan 43 tahun Partai Golkar, M. Jusuf Kalla selaku Ketua Umum berkesempatan memberikan tanda penghargaan kepada sejumlah tokoh yang dinilai berjasa bagi bangsa dan negara. Tanda penghargaan dibagi dalam tiga kategori, yakni Karya Bhakti Utama, Karya Utama, dan Karya Inovasi Anak Bangsa Produktivitas Perekonomian Rakyat.

Penghargaan Karya Bhakti Utama diberikan kepada Jendral AH Nasution, Akbar Tandjung, AR Manji, Fritz Emang, Ir Hartarto, Ishak Hindom, Moerdiono, Yasin Limpo, Otje Junjunan, Raja Sahna, Sukamdani Sahid Gito Sardjono, Tati S. Darsoyo, Teuku Djohan (alm) Kusmayadi, dan Zulharmans.

Penghargaan Karya utama diberikan kepada Dr. Arif Rahman, Eddy Sud (alm), Rudy Hartono, Titik Puspa. Sementara penghargaan Karya Inovasi Anak Bangsa Produktivitas Perekonomian Rakyat diberikan kepada Amal Algozali (pupuk nabati), Irmayanti (kelompok tani), Suhendar (pupuk nabati), Cucu Yuniar Hidayah (ratu singkong), H. Halim (tebu dan ternak sapi). (Bersambung)[I3]

Diambil dari: http://www.innchannels.com/berita.php?id=2996

 
 

A R O P I

" AROPI ( Asosiasi Riset Opini Publik Indonesia ) merupakan sebuah asosiasi dari ratusan individu yang tertarik dalam memperkenalkan dan mengembangkan riset opini publik di Indonesia. Sebagai sebuah organisasi profesi, AROPI bersifat netral dan tidak berafiliasi dengan organisasi politik apapun.  Anggota AROPI berasal dari berbagai macam latar belakang, seperti dari kalangan peneliti, akademisi, jurnalis, mahasiswa, politisi,  birokrat dan sebagainya.  AROPI tidak membeda-bedakan  anggota berdasarkan agama,  suku bangsa, jenis kelamin atau afiliasi politiknya "

Keanggotaan

...AROPI merupakan organisasi profesi yang terbuka untuk siapa saja yang tertarik dengan riset opini publik, Keanggotaan AROPI bersifat individual, tidak mewakili lembaga atau organisasi. Dengan menjadi anggota AROPI, Anda akan menjadi bagian dari sebuah jaringan yang luas di bidang riset opini publik....

Pelatihan

...Menyelenggarakan dan memfasilitasi kegiatan-kegiatan pendidikan dan pelatihan terutama yang berkenaan dengan bidang riset...

Beasiswa

...Mensponsori pemberian beasiswa terhadap individu -individu yang memiliki kepedulian tinggi dan prestasi yang mengagumkan dalam dunia riset dan survei...

Survey Opini Publik

....Survei opini publik merupakan instrumen yang penting sekali bagi demokrasi. Salah satu indikator kemajuan suatu negara adalah perkembangan budaya riset atau surveinya yang sedemikian pesat. Jepang....

Konsultan Ahli

...lembaga survei sekaligus juga merangkap sebagai konsultan pemenangan kandidat,dengan menerapkan prinsip-prinsip metodologi ilmiah dan independensi...
  • Lembaga Survei dan Riset
  • Lembaga Survei dan Riset
  • Lembaga Survei dan Riset
  • Lembaga Survei dan Riset
  • Lembaga Survei dan Riset
  • Lembaga Survei dan Riset
  • Lembaga Survei dan Riset
  • Lembaga Survei dan Riset
  • Lembaga Survei dan Riset
  • Lembaga Survei dan Riset
  • Lembaga Survei dan Riset
  • Lembaga Survei dan Riset
  • Lembaga Survei dan Riset
  • Lembaga Survei dan Riset
  • Lembaga Survei dan Riset
  • Lembaga Survei dan Riset
  • Lembaga Survei dan Riset
  • Lembaga Survei dan Riset
  • Lembaga Survei dan Riset
  • Lembaga Survei dan Riset
  • Lembaga Survei dan Riset
  • Lembaga Survei dan Riset
  • Lembaga Survei dan Riset
  • Lembaga Survei dan Riset
  • Lembaga Survei dan Riset
  • Lembaga Survei dan Riset
  • Lembaga Survei dan Riset
  • Lembaga Survei dan Riset
  • Lembaga Survei dan Riset
  • Lembaga Survei dan Riset