| Pilpres 2009, Belum Ada yang Terkuat | | Cetak | |
|
KOTA, WARTA KOTA - Nama-nama yang sejauh ini disebut-sebut sebagai calon presiden (capres) pada pemilihan presiden (pilpres) 2009, memiliki sejumlah kelemahan. Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) yang lebih populer dibanding calon lainnya pun menghadapi masalah penurunan popularitas karena kinerjanya selama tiga tahun ini dinilai buruk. Demikian hasil survei Lembaga Survei Indonesia (LSI) yang dipaparkan oleh direktur eksekutif lembaga tersebut, Saiful Mujani, di Hotel Sari Pan Pasifik, Jalan MH Thamrin, Jakarta Pusat, Minggu (7/10). Menurut Saiful, SBY yang popularitasnya menurun memiliki peluang tertinggi (33 persen). Sedangkan di belakangnya adalah Megawati Soekarnoputri (25 persen). Jika pilpres dilakukan saat ini, sesuai hasil survei LSI, SBY meraih 55 persen dan Mega 35,5 persen. Sedangkan 9,5 persen responden menyatakan belum memiliki pilihan. Jika putaran kedua terjadi, kata Saiful, suara yang diraih SBY akan mirip perolehannya pada putaran kedua pilpres 2004. "SBY meraih 60-an persen, Mega 40-an persen. Meski SBY di atas, tren-nya terus menurun, kita tidak tahu apakah nanti SBY mampu mengatasi persoalan atau tidak," katanya. Menurut Saiful, hasil survei LSI menunjukan adanya penurunan tingkat kepuasan publik terhadap kinerja SBY. "Penurunan terjadi atas kinerja pemerintah di sejumlah sektor penting dalam tiga tahun terakhir," katanya. Namun, mengapa SBY yang dianggap gagal masih tetap unggul? "Mungkin masyarakat tidak mampu berpikir, tidak kompeten. Asumsi itu mungkin benar mungkin juga tidak, rasionalitasnya apa, itu yang harus dilihat," katanya. Saiful mengatakan hasil survei LSI menunjukan bahwa SBY mendapat penilaian buruk sedangkan para pesaingnya lebih buruk. "Persoalannya, yang nantang buruk sehingga SBY bertahan meski popularitasnya menurun," katanya. Menurut Saiful, nama-nama lain yang diperhitungkan mendapat dukungan kuat jika maju sebagai capres pada pilpres 2009 adalah Mohamad Jusuf Kalla (MJK), yang disokong Partai Golkar (PG) dan saat ini menjabat sebagai Wakil Presiden. Jika MJK bersaing dengan SBY, maka peluangnya 66 persen untuk SBY dan 15 persen untuk MJK. Sedangkan tokoh nasional lainnya yang juga memiliki peluang tinggi jika menjadi capres pada pilpres 2009 adalah Amien Rais. Menurut Saiful, hasil survei LSI selengkapnya mengenai peluang capres mendatang adalah SBY (32 persen), Mega (21 persen), Amien (8,5 persen), Wiranto (5 persen), MJK (4 persen), Sri Sultan Hamengku Buwono X (4 persen), dan Sutiyoso (1 persen). Menurut Saiful, SBY mendapatkan tempat tertinggi di semua level responden. "Dari empat kualitas kepemimpinan, SBY meraih nilai tertinggi yakni jujur dan bisa dipercaya (62 persen), perhatian pada rakyat (24 persen), tegas (9 persen), dan pintar (5 persen)," katanya. Untuk peta kekuatan perolehan suara, kata Saiful, Mega unggul di Bali dan Jawa Timur. "Persaingan ketat di wilayah padat, tapi di luar itu, SBY sangat kuat. Di Sulawesi Selatan, SBY unggul dari MJK. Wilayah pertempuran utama adalah di Jawa dan Bali, di mana pertumbuhannya minus dan yang paling menderita menengah ke bawah," katanya. "Wilayah Jawa kurang bersahabat dan luar Jawa baik mungkin terkait disparitas pertumbuhan ekonomi di Jawa dan luar Jawa," imbuhnya. Menurut Saiful, survei yang dilakukan lembaganya bertujuan untuk melihat prospek Pemilu 2009. "Survei dilakukan Oktober ini hasilnya yang terbaru, Januari-Oktober 2007 telah lima kali dilakuan survei yang sama," katanya. Survei, kata Saiful, selalu terkait orientasi masyarakat terhadap pemimpin nasional. "Kita menemukan gambaran pembicaraan presiden 2009 sangat penting, sehingga gap masyarakat dan elit terhadap isu ini tidak terjadi," katanya. Menanggapi hasil survei tersebut, fungsionaris Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) Ganjar Pranowo mengatakan meski popularitas Mega baru mencapai 25 persen, popularitas Ketua Umum PDIP itu terus menanjak. "Sebelumnya 20 persen, sekarang 25 persen, terus naik," katanya. Ganjar yang merupakan Sekretaris Fraksi PDIP di DPR itu yakin bahwa Mega akan mampu menyalip SBY. (moe)
Diambil dari: http://kompas.com/ver1/Nasional/0710/08/003901.htm |
| Nasional |
| Internasional |
| Berita |
| Admin |
| Lembaga Survei |
| Buku |
| Gallery |
| Video |
| Statistik |
| Penerima Beasiswa |
| Hasil Survei |
| Quick Count |