Skip to content
Site Tools
Narrow screen resolution Wide screen resolution Auto adjust screen size Increase font size Decrease font size Default font size default color blue color green color
You are here:
Pejabat Harus Hindari Konflik Kepentingan | Cetak |  E-mail

JAKARTA--MIOL: Presiden Susilo Bambang Yudhoyono menegaskan konflik kepentingan merupakan akar dari korupsi. Karena itu pejabat publik yang menempati posisi strategis harus menghindar dari benturan kepentingan dalam mengambil keputusan.

Hal itu diungkapkan Presiden di depan peserta seminar bertema Conflict of Interest yang diselenggarakan Komisi Pemberantasa Korupsi (KPK) di Istana Negara, Senin (6/8).

Presiden menunjuk pada kontrak politik yang ditandatangani para menteri yang duduk dalam kabinet.

"Bukan menjadi rahasia lagi bahwa dalam sejarah Indonesia ada sebuah periode dimana benturan kepentingan itu diabaikan. Dan kewajiban publik, kewenangan, dan aset secara sistematik dipergunakan untuk kepentingan pribadi," kata Presiden.

Sesuai dengan referensi dari Organization for Economic Development and Cooperation (OECD), benturan kepentingan muncul saat pejabat publik memiliki kepentingan pribadi yang mana itu bisa mempengaruhi kinerja dari tugas dan tanggungjawabnya.

Ketua KPK Taufigurachman Ruki mengatakan bahwa kepentingan publik merupakan hal yang harus pertama kali diutamakan oleh para pejabat. Terlebih lagi oleh para pengusaha yang saat ini banyak menduduki jabatan publik.

"Ketika terjadi benturan antara penguhasa yang jadi penguasa atau sebaliknya antara pejabat publik yang berbenturan dengan masyarakat, maka harus di-manage kepentingan ini. Yang jelas, kepentingan publik harus di nomor satukan," kata Ruki.

Ia menilai perlunya setiap instansi pemerintah membuat kode etik yang harus dipatuhi seluruh pegawainya. Dengan demikian bagi pegawai yang melanggar dapat dikenai sanksi etik oleh pimpinannya. (Uud/OL-06)

Sumber: http://www.media-indonesia.com/

 

 
 

A R O P I

" AROPI ( Asosiasi Riset Opini Publik Indonesia ) merupakan sebuah asosiasi dari ratusan individu yang tertarik dalam memperkenalkan dan mengembangkan riset opini publik di Indonesia. Sebagai sebuah organisasi profesi, AROPI bersifat netral dan tidak berafiliasi dengan organisasi politik apapun.  Anggota AROPI berasal dari berbagai macam latar belakang, seperti dari kalangan peneliti, akademisi, jurnalis, mahasiswa, politisi,  birokrat dan sebagainya.  AROPI tidak membeda-bedakan  anggota berdasarkan agama,  suku bangsa, jenis kelamin atau afiliasi politiknya "

Keanggotaan

...AROPI merupakan organisasi profesi yang terbuka untuk siapa saja yang tertarik dengan riset opini publik, Keanggotaan AROPI bersifat individual, tidak mewakili lembaga atau organisasi. Dengan menjadi anggota AROPI, Anda akan menjadi bagian dari sebuah jaringan yang luas di bidang riset opini publik....

Pelatihan

...Menyelenggarakan dan memfasilitasi kegiatan-kegiatan pendidikan dan pelatihan terutama yang berkenaan dengan bidang riset...

Beasiswa

...Mensponsori pemberian beasiswa terhadap individu -individu yang memiliki kepedulian tinggi dan prestasi yang mengagumkan dalam dunia riset dan survei...

Survey Opini Publik

....Survei opini publik merupakan instrumen yang penting sekali bagi demokrasi. Salah satu indikator kemajuan suatu negara adalah perkembangan budaya riset atau surveinya yang sedemikian pesat. Jepang....

Konsultan Ahli

...lembaga survei sekaligus juga merangkap sebagai konsultan pemenangan kandidat,dengan menerapkan prinsip-prinsip metodologi ilmiah dan independensi...
  • Lembaga Survei dan Riset
  • Lembaga Survei dan Riset
  • Lembaga Survei dan Riset
  • Lembaga Survei dan Riset
  • Lembaga Survei dan Riset
  • Lembaga Survei dan Riset
  • Lembaga Survei dan Riset
  • Lembaga Survei dan Riset
  • Lembaga Survei dan Riset
  • Lembaga Survei dan Riset
  • Lembaga Survei dan Riset
  • Lembaga Survei dan Riset
  • Lembaga Survei dan Riset
  • Lembaga Survei dan Riset
  • Lembaga Survei dan Riset
  • Lembaga Survei dan Riset
  • Lembaga Survei dan Riset
  • Lembaga Survei dan Riset
  • Lembaga Survei dan Riset
  • Lembaga Survei dan Riset
  • Lembaga Survei dan Riset
  • Lembaga Survei dan Riset
  • Lembaga Survei dan Riset
  • Lembaga Survei dan Riset
  • Lembaga Survei dan Riset
  • Lembaga Survei dan Riset
  • Lembaga Survei dan Riset
  • Lembaga Survei dan Riset
  • Lembaga Survei dan Riset
  • Lembaga Survei dan Riset