Skip to content
Site Tools
Narrow screen resolution Wide screen resolution Auto adjust screen size Increase font size Decrease font size Default font size default color blue color green color
You are here: Halaman Depan
PON Jangan Korbankan Kepentingan Publik | Cetak |  E-mail

SAMARINDA- Perhelatan PON XVII 2008 jangan sampai mengorbankan sektor lain, utamanya yang bersentuhan dengan kepentingan masyarakat luas. Demikian ditegaskan Ketua Fraksi Partai Amanat Nasional (FPAN) DPRD Kaltim M Darlis Pattalongi, pada saat menyampaikan pendapat akhir (PA) fraksi, Kamis (23/2) lalu di gedung DPRD Kaltim, Jl Teuku Umar, Karang Paci.

Menurut Darlis, saat ini telah terjadi "kanibalisme" dana sektor lain, sebagai dampak pembangunan sarana PON. Oleh karenanya, ia berharap anggaran PON jangan hanya dibebankan di APBD Kaltim. "Jangan sampai semua anggaran PON dibebankan ke APBD. Jika dibebankan, maka sektor lain akan terkorbankan. Padahal kontribusi sukses PON terhadap pembangunan Kaltim masih relatif dan debatable," katanya. FPAN minta dalam skema pendanaan PON, hendaknya Pemprov Kaltim membuat terobosan kreatif. Termasuk mengali pendanaan dari APBN maupun sponsorship.

Sementara Fraksi Patriot Kebangkitan Bangsa (FPKB) mengingatkan Pemprov untuk mencermati anggaran PON. Harapannya, agar PON tak terlalu membebani anggaran daerah, dan mengorbankan sektor lain seperti anggaran publik, belanja kesehatan serta pendidikan. "Pemprov jangan menomorduakan sektor lain. Seandainya terjadi kemerosotan daya beli masyarakat, kemudian memperburuk kualitas kesehatan serta pendidikan masyarakat, para pengambil kebijakan daerah tidak bisa berdalih karena dana dikonsentraikan untuk PON. Intinya, kegiatan PON harus tetap menyeimbangkan kepentingan publik di tingkat dasar," kata Amir Husin, juru bicara Fraksi PKB.

Sementara itu, Husni Thamrin Hasan dari Golkar mengatakan, pembiayaan pra sarana PON Rp405 miliar harus digunakan secara selektif, dengan sasaran jelas dan tepat. FPG juga mendesak Pemprov Kaltim mendesak pemerintah pusat turut serta membantu pembangunan sarana PON XVII 2008. Di samping itu, Partai Golkar berharap pendanaan PON digali optimal dari partisipasi pihak ketiga. "Semua upaya ini akan meringankan beban keuangan daerah sebagai dampak pembangunan sarana PON," kata Husni Thamrin. (iza)

Sumber: http://www.samarinda.go.id/node/7522

 
 

A R O P I

" AROPI ( Asosiasi Riset Opini Publik Indonesia ) merupakan sebuah asosiasi dari ratusan individu yang tertarik dalam memperkenalkan dan mengembangkan riset opini publik di Indonesia. Sebagai sebuah organisasi profesi, AROPI bersifat netral dan tidak berafiliasi dengan organisasi politik apapun.  Anggota AROPI berasal dari berbagai macam latar belakang, seperti dari kalangan peneliti, akademisi, jurnalis, mahasiswa, politisi,  birokrat dan sebagainya.  AROPI tidak membeda-bedakan  anggota berdasarkan agama,  suku bangsa, jenis kelamin atau afiliasi politiknya "

Keanggotaan

...AROPI merupakan organisasi profesi yang terbuka untuk siapa saja yang tertarik dengan riset opini publik, Keanggotaan AROPI bersifat individual, tidak mewakili lembaga atau organisasi. Dengan menjadi anggota AROPI, Anda akan menjadi bagian dari sebuah jaringan yang luas di bidang riset opini publik....

Pelatihan

...Menyelenggarakan dan memfasilitasi kegiatan-kegiatan pendidikan dan pelatihan terutama yang berkenaan dengan bidang riset...

Beasiswa

...Mensponsori pemberian beasiswa terhadap individu -individu yang memiliki kepedulian tinggi dan prestasi yang mengagumkan dalam dunia riset dan survei...

Survey Opini Publik

....Survei opini publik merupakan instrumen yang penting sekali bagi demokrasi. Salah satu indikator kemajuan suatu negara adalah perkembangan budaya riset atau surveinya yang sedemikian pesat. Jepang....

Konsultan Ahli

...lembaga survei sekaligus juga merangkap sebagai konsultan pemenangan kandidat,dengan menerapkan prinsip-prinsip metodologi ilmiah dan independensi...
  • Lembaga Survei dan Riset
  • Lembaga Survei dan Riset
  • Lembaga Survei dan Riset
  • Lembaga Survei dan Riset
  • Lembaga Survei dan Riset
  • Lembaga Survei dan Riset
  • Lembaga Survei dan Riset
  • Lembaga Survei dan Riset
  • Lembaga Survei dan Riset
  • Lembaga Survei dan Riset
  • Lembaga Survei dan Riset
  • Lembaga Survei dan Riset
  • Lembaga Survei dan Riset
  • Lembaga Survei dan Riset
  • Lembaga Survei dan Riset
  • Lembaga Survei dan Riset
  • Lembaga Survei dan Riset
  • Lembaga Survei dan Riset
  • Lembaga Survei dan Riset
  • Lembaga Survei dan Riset
  • Lembaga Survei dan Riset
  • Lembaga Survei dan Riset
  • Lembaga Survei dan Riset
  • Lembaga Survei dan Riset
  • Lembaga Survei dan Riset
  • Lembaga Survei dan Riset
  • Lembaga Survei dan Riset
  • Lembaga Survei dan Riset
  • Lembaga Survei dan Riset
  • Lembaga Survei dan Riset