|
Pilpres Masih Lama, Tolak Komentari Hasil Survei JAKARTA - Wakil Presiden Jusuf Kalla menolak berkomentar tentang survei Indo Barometer yang menempatkan dirinya memiliki elektibilitas kecil sebagai kandidat capres dari Partai Golkar. Kalla bersikukuh akan menjawab peluangnya tiga bulan menjelang Pemilu 2009. Tiga bulan menjelang pemilu, Golkar akan rapat (memutuskan calon presiden yang didukung Golkar). Jangan pikir terlalu jauh. "Pikir sekarang saja, bagaimana jalan semua kebijakan pemerintah," ujar Kalla dalam keterangan pers di Kantor Wakil Presiden, Jakarta, kemarin. Kalla juga enggan menanggapi serius hasil survei yang menyebutkan peluang pasangan Susilo Bambang Yudhoyono-Jusuf Kalla sangat besar untuk memenangkan kembali Pemilu 2009 dibandingkan dengan ketika maju sendiri-sendiri. "Sekarang kan sudah berpasangan, apanya yang dipertanyakan lagi. Kalau soal 2009, masih lama itu," ujarnya, sambil tertawa. Ketua umum DPP Partai Golkar itu juga tidak mempermasalahkan hasil survei yang menyebutkan peluangnya memenangkan pemilu lebih kecil dibandingkan Megawati dan SBY. "Memang, saya wakil presiden kan. Bagaimana caranya saya sebagai Wapres diukur dibandingkan dengan presiden," sergahnya. Meski demikian, Kalla mengaku tersanjung dengan adanya hasil survei yang menyebutkan sangat besar peluang dirinya terpilih kembali sebagai wakil presiden. "Artinya, sebagai Wapres, saya baik kan. Masa saya mau berhenti, yang benar saja," tandasnya, disambung tawa panjang. Menurut jajak pendapat Indo Barometer, popularitas SBY tak akan tertandingi kandidat presiden lain pada Pilpres 2009. Dalam survei dengan 1.200 responden, SBY menduduki peringkat teratas dengan 38,1 persen, mengungguli Megawati yang hanya didukung 27,4 persen responden, Sri Sultan Hamengku Buwono X (6,3 persen), Amien Rais (5,4 persen), Wiranto (4,8 persen), Abdurrahman Wahid (4,8 persen), dan Jusuf Kalla (3,8 persen). Namun, sebagai kandidat wakil presiden, Jusuf Kalla justru duduk di peringkat pertama dengan 21,7 persen, diikuti Sri Sultan (14,7 persen), Yusril Ihza Mahendra (4,2 persen), Hidayat Nurwahid (3,8 persen), dan Megawati (3,6 persen). (noe) Diambil dari: http://www.indopos.co.id/index.php?act=detail_c&id=317177
|