Skip to content
Site Tools
Narrow screen resolution Wide screen resolution Auto adjust screen size Increase font size Decrease font size Default font size default color blue color green color
You are here: Halaman Depan
AKTIVITAS HUMAS DALAM PUBLIK INTERNAL DI PERUSAHAAN ROKOK | Cetak |  E-mail

Pada umumnya humas merupakan bidang atau fungsi tertentu yang diperlukan oleh setiap organisasi, baik itu organisasi yang bersifat komersial (perusahaan) maupun organisasi yang non-komersial. Mulai dari yayasan, perguruan tinggi, dinas militer sampai dengan lembaga-lembaga pemerintahan, dan usaha bersama seperti Gerakan Nasional Orang Tua Asuh (GNOTA) pun memerlukan humas.

Kebutuhan akan kehadirannya tidak bisa dicegah terlepas dari kita menyukainya atau tidak, karena humas merupakan salah satu elemen yang menentukan kelangsungan organisasi secara positif. Arti penting humas sebagai sumber informasi terpercaya kian terasa pada era globalisasi sekarang ini.

Dalam pelaksanaan humas perlu menerapkan teknik-teknik penerapan ilmu sosial dalam merencanakan suatu program atau kampanye kehumasan. Aspek-aspek kehumasan dengan aspek-aspek ilmu sosial di suatu organisasi menonjolkan tanggung jawab organisasi kepada kepentingan publik atau kepentingan masyarakat luas. Untuk membantu perusahaan atau organisasi yang sudah mapan di dalam melancarkan bidang kehumasan perlu diadakan kampanye kehumasan demi memelihara citranya di benak para khalayaknya.

Menurut pendapat International Public Relation Association (IPRA) dalam buku Ilmu Komunikasi Teori dan Praktek adalah :

“Humas adalah fungsi manajemen dari budi yang dijalankan secara berkesinambungan dan berencana, dengan mana organisasi-organisasi dan lembaga yang bersifat umum dan pribadi dan berusaha memperoleh dan membina pengertian, simpati dan dukungan dari mereka yang ada sangkut pautnya. Dengan menilai pendapat umum diantara mereka dengan tujuan sedapat mungkin menghubungkan kebijaksanaan dan ketatalaksanaan mereka, guna mencapai kerja sama yang lebih produktif untuk melaksanakan kepentingan bersama yang lebih efisien, dengan melancarkan informasi berencana dan tersebut luas.

(Onong Uchajana Effendy; 1992:134)

Eksistensi humas sebagai pelembagaan kegiatan komunikasi dalam organisasi justru untuk menunjang upaya manajemen dalam mencapai tujuan yang telah ditetapkan. Sedangkan untuk mencapai suatu tujuan dalam teori manajemen disebutkan harus melalui tahap-tahap yang salah satu diantaranya adalah perencanaan. Perencanaan adalah menetapkan tujuan dan tindakan-tindakan untuk mencapai tujuan. Dalam menyusun sebuah rencana diperlukan kemampuan meramalkan dan menvisualisasikannya. Pentingnya kemampuan meramalkan, karena dengan imajinasi dapat diperkirakan hambatan-hambatan yang mungkin akan dijumpai. Dengan demikian dalam pelaksanaannya kelak dapat diambil tindakan dengan segera, apabila ternyata membentuk rintangan. Sedangkan pentingnya kemampuan memvisualisasikan suatu rencana, karena memungkinkan siapa saja dapat melihat dan menghayati dengan cepat apa yang harus dilakukan untuk melaksanakan rencana yang disusun itu guna mencapai tujuan yang ditetapkan. Dengan demikian sebuah perencanaan bagi humas sangat penting karena perencanaan pula lunas akan dapat menentukan aktivitas menetapkan tujuan dan tindakan-tindakan.

Oleh karena itu keberadaan humas bagi sebuah perusahaan seperti halnya Pabrik Rokok Djagung Padi Malang dianggap penting terutama dalam memvisualisasikan citra positif. Hal ini dimaksudkan agar aktivitas humas dalam public internal yang dilakukan di Pabrik Rokok Djagung Padi Malang dapat berhasil karena kegiatan tersebut mampu mengatasi dan mencegah terjadinya konfrontasi dalam lingkungan internal maupun lingkungan eksternal suatu perusahaan serta memberikan efek yang berupa tanggapan (respon) yang positif dari pihak masyarakat. Dalam Pabrik Rokok Djagung Padi Malang semua aktivitas yang berhubungan dengan kehumasan dijalankan oleh bagian humas dibawah pengawasan langsung oleh pimpinan perusahaan. Pada Pabrik Rokok Djagung Padi Malang aktivitas humas dalam public internal juga mendapat perhatian yang sama dan seimbang dengan aktivitas humas dalam public eksternal, tetapi ini tidak berarti bahwa secara structural para karyawan harus berada dibawah bagian humas. Aktivitas humas pada Pabrik Rokok Djagung Padi Malang antara lain menciptakan dan mewujudkan hubungan yang harmonis antara pimpinan organisasi dengan para karyawan. Ini di lakukan dengan upaya membina hubungan yang sudah baik dan upaya mencegah terjadinya hubungan yang retak. Dan ini dilaksanakan dengan komunikasi, jadi jelas bahwa bila bagian humas menetapkan para karyawan sebagai sasarannya, tidak tumpang tindih dengan tugas dan kewajiban bagian umum atau seksi personalia dari organisasi bersangkutan. Demikian juga hubungan dengan pemegang saham yang termasuk public internal karena para pemegang saham di Pabrik Rokok Djagung Padi Malang merupakan faktor penting bagi perusahaan. Karena banyaknya pemegang saham dan besarnya saham menentukan perkembangan perusahaan. Oleh karena itu hubungan dengan para pemegang saham harus selalu dibina dalam rangka menumbuhkan kepercayaan kepada perusahaan.

Deskripsi Alternatif :

Pada umumnya humas merupakan bidang atau fungsi tertentu yang diperlukan oleh setiap organisasi, baik itu organisasi yang bersifat komersial (perusahaan) maupun organisasi yang non-komersial. Mulai dari yayasan, perguruan tinggi, dinas militer sampai dengan lembaga-lembaga pemerintahan, dan usaha bersama seperti Gerakan Nasional Orang Tua Asuh (GNOTA) pun memerlukan humas.

Kebutuhan akan kehadirannya tidak bisa dicegah terlepas dari kita menyukainya atau tidak, karena humas merupakan salah satu elemen yang menentukan kelangsungan organisasi secara positif. Arti penting humas sebagai sumber informasi terpercaya kian terasa pada era globalisasi sekarang ini.

Dalam pelaksanaan humas perlu menerapkan teknik-teknik penerapan ilmu sosial dalam merencanakan suatu program atau kampanye kehumasan. Aspek-aspek kehumasan dengan aspek-aspek ilmu sosial di suatu organisasi menonjolkan tanggung jawab organisasi kepada kepentingan publik atau kepentingan masyarakat luas. Untuk membantu perusahaan atau organisasi yang sudah mapan di dalam melancarkan bidang kehumasan perlu diadakan kampanye kehumasan demi memelihara citranya di benak para khalayaknya.

Menurut pendapat International Public Relation Association (IPRA) dalam buku Ilmu Komunikasi Teori dan Praktek adalah :

“Humas adalah fungsi manajemen dari budi yang dijalankan secara berkesinambungan dan berencana, dengan mana organisasi-organisasi dan lembaga yang bersifat umum dan pribadi dan berusaha memperoleh dan membina pengertian, simpati dan dukungan dari mereka yang ada sangkut pautnya. Dengan menilai pendapat umum diantara mereka dengan tujuan sedapat mungkin menghubungkan kebijaksanaan dan ketatalaksanaan mereka, guna mencapai kerja sama yang lebih produktif untuk melaksanakan kepentingan bersama yang lebih efisien, dengan melancarkan informasi berencana dan tersebut luas.

(Onong Uchajana Effendy; 1992:134)

Eksistensi humas sebagai pelembagaan kegiatan komunikasi dalam organisasi justru untuk menunjang upaya manajemen dalam mencapai tujuan yang telah ditetapkan. Sedangkan untuk mencapai suatu tujuan dalam teori manajemen disebutkan harus melalui tahap-tahap yang salah satu diantaranya adalah perencanaan. Perencanaan adalah menetapkan tujuan dan tindakan-tindakan untuk mencapai tujuan. Dalam menyusun sebuah rencana diperlukan kemampuan meramalkan dan menvisualisasikannya. Pentingnya kemampuan meramalkan, karena dengan imajinasi dapat diperkirakan hambatan-hambatan yang mungkin akan dijumpai. Dengan demikian dalam pelaksanaannya kelak dapat diambil tindakan dengan segera, apabila ternyata membentuk rintangan. Sedangkan pentingnya kemampuan memvisualisasikan suatu rencana, karena memungkinkan siapa saja dapat melihat dan menghayati dengan cepat apa yang harus dilakukan untuk melaksanakan rencana yang disusun itu guna mencapai tujuan yang ditetapkan. Dengan demikian sebuah perencanaan bagi humas sangat penting karena perencanaan pula lunas akan dapat menentukan aktivitas menetapkan tujuan dan tindakan-tindakan.

Oleh karena itu keberadaan humas bagi sebuah perusahaan seperti halnya Pabrik Rokok Djagung Padi Malang dianggap penting terutama dalam memvisualisasikan citra positif. Hal ini dimaksudkan agar aktivitas humas dalam public internal yang dilakukan di Pabrik Rokok Djagung Padi Malang dapat berhasil karena kegiatan tersebut mampu mengatasi dan mencegah terjadinya konfrontasi dalam lingkungan internal maupun lingkungan eksternal suatu perusahaan serta memberikan efek yang berupa tanggapan (respon) yang positif dari pihak masyarakat. Dalam Pabrik Rokok Djagung Padi Malang semua aktivitas yang berhubungan dengan kehumasan dijalankan oleh bagian humas dibawah pengawasan langsung oleh pimpinan perusahaan. Pada Pabrik Rokok Djagung Padi Malang aktivitas humas dalam public internal juga mendapat perhatian yang sama dan seimbang dengan aktivitas humas dalam public eksternal, tetapi ini tidak berarti bahwa secara structural para karyawan harus berada dibawah bagian humas. Aktivitas humas pada Pabrik Rokok Djagung Padi Malang antara lain menciptakan dan mewujudkan hubungan yang harmonis antara pimpinan organisasi dengan para karyawan. Ini di lakukan dengan upaya membina hubungan yang sudah baik dan upaya mencegah terjadinya hubungan yang retak. Dan ini dilaksanakan dengan komunikasi, jadi jelas bahwa bila bagian humas menetapkan para karyawan sebagai sasarannya, tidak tumpang tindih dengan tugas dan kewajiban bagian umum atau seksi personalia dari organisasi bersangkutan. Demikian juga hubungan dengan pemegang saham yang termasuk public internal karena para pemegang saham di Pabrik Rokok Djagung Padi Malang merupakan faktor penting bagi perusahaan. Karena banyaknya pemegang saham dan besarnya saham menentukan perkembangan perusahaan. Oleh karena itu hubungan dengan para pemegang saham harus selalu dibina dalam rangka menumbuhkan kepercayaan kepada perusahaan.

Sumber: http://digilib.itb.ac.id/gdl.php?mod=browse&op=read&id=jiptumm-gdl-s1-2002-evi-8744-humas&q=Sosial

 
 

A R O P I

" AROPI ( Asosiasi Riset Opini Publik Indonesia ) merupakan sebuah asosiasi dari ratusan individu yang tertarik dalam memperkenalkan dan mengembangkan riset opini publik di Indonesia. Sebagai sebuah organisasi profesi, AROPI bersifat netral dan tidak berafiliasi dengan organisasi politik apapun.  Anggota AROPI berasal dari berbagai macam latar belakang, seperti dari kalangan peneliti, akademisi, jurnalis, mahasiswa, politisi,  birokrat dan sebagainya.  AROPI tidak membeda-bedakan  anggota berdasarkan agama,  suku bangsa, jenis kelamin atau afiliasi politiknya "

Keanggotaan

...AROPI merupakan organisasi profesi yang terbuka untuk siapa saja yang tertarik dengan riset opini publik, Keanggotaan AROPI bersifat individual, tidak mewakili lembaga atau organisasi. Dengan menjadi anggota AROPI, Anda akan menjadi bagian dari sebuah jaringan yang luas di bidang riset opini publik....

Pelatihan

...Menyelenggarakan dan memfasilitasi kegiatan-kegiatan pendidikan dan pelatihan terutama yang berkenaan dengan bidang riset...

Beasiswa

...Mensponsori pemberian beasiswa terhadap individu -individu yang memiliki kepedulian tinggi dan prestasi yang mengagumkan dalam dunia riset dan survei...

Survey Opini Publik

....Survei opini publik merupakan instrumen yang penting sekali bagi demokrasi. Salah satu indikator kemajuan suatu negara adalah perkembangan budaya riset atau surveinya yang sedemikian pesat. Jepang....

Konsultan Ahli

...lembaga survei sekaligus juga merangkap sebagai konsultan pemenangan kandidat,dengan menerapkan prinsip-prinsip metodologi ilmiah dan independensi...
  • Lembaga Survei dan Riset
  • Lembaga Survei dan Riset
  • Lembaga Survei dan Riset
  • Lembaga Survei dan Riset
  • Lembaga Survei dan Riset
  • Lembaga Survei dan Riset
  • Lembaga Survei dan Riset
  • Lembaga Survei dan Riset
  • Lembaga Survei dan Riset
  • Lembaga Survei dan Riset
  • Lembaga Survei dan Riset
  • Lembaga Survei dan Riset
  • Lembaga Survei dan Riset
  • Lembaga Survei dan Riset
  • Lembaga Survei dan Riset
  • Lembaga Survei dan Riset
  • Lembaga Survei dan Riset
  • Lembaga Survei dan Riset
  • Lembaga Survei dan Riset
  • Lembaga Survei dan Riset
  • Lembaga Survei dan Riset
  • Lembaga Survei dan Riset
  • Lembaga Survei dan Riset
  • Lembaga Survei dan Riset
  • Lembaga Survei dan Riset
  • Lembaga Survei dan Riset
  • Lembaga Survei dan Riset
  • Lembaga Survei dan Riset
  • Lembaga Survei dan Riset
  • Lembaga Survei dan Riset